Selasa, 24 April 2012

Nabi Tidak Pernah Mencari Investor Asing Guna Membangun Ekonomi Islam

Nabi Muhammad saat memimpin negara Islam tidak pernah mencari-cari investor asing ke negara2 maju seperti Romawi dan Persia.
Bahkan saat seorang Yahudi mengkomersilkan sumur air, beliau "menasionalisasinya" dan memberikan air itu secara gratis kepada seluruh rakyat baik itu Muslim atau pun Yahudi.
Itulah sistem ekonomi Islam yang rahmatan lil 'alamin.
Islam mengajarkan kemandirian ekonomi. Bukan ketergantungan pada investor asing dan menyerahkan kekayaan alam dan ekonomi kepada pihak asing.
Saat air atau minyak dikuasai asing, maka rakyat akan menderita karena investor asing tentu akan menjualnya dengan harga tinggi guna mengambil keuntungan dari modal yang telah mereka keluarkan.
Belum lagi negara akan jadi lemah karena bukan cuma modal yang masuk, tapi juga mata-mata dan kekuasaan asing.
Semua Muslim, entah itu ekonom, ulama, qiyadah, dsb seharusnya mengikuti sunnah Nabi dalam hal ekonomi.


Kemandirian Ekonomi


“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [At Taubah:28]
http://media-islam.or.id/2009/03/31/sistem-ekonomi-islam-yang-pro-rakyat

1 komentar:

  1. Kalau di Indonesia malah investor asing yang sangat berkuasa , lihat aja tuh NTB, Kalimantan dan Papua, Sumber Daya Alamnya sudah dikuasai Asing

    BalasHapus