Rabu, 18 April 2012

Jauhi Fitnah dan Namimah (Adu Domba)

Muhammad Fathurrahman Abu Rabbani
Jauhi namimah (adu domba)!

"Jangan pula engkau mematuhi orang yang suka mencela, berjalan membuat adu domba." (QS. al-Qalam: 11)

"Tiada seseorang itu mengucapkan sesuatu perkataan, melainkan di sisinya ada malaikat Raqib -pencatat kebaikan- dan 'Atid -pencatat keburukan-." (QS. Qaf: 18)

Dari Hudzaifah r.a. katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tidak dapat masuk syurga seorang yang gemar mengadu domba." (Muttafaq 'alaih)

Dari Ibnu Mas'ud r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: "Tahukah engkau semua, apakah kedustaan besar itu? Yaitu Namimah atau banyak bicara adu domba antara para manusia." (Riwayat Muslim)
Al'adhha dengan fathahnya 'ain muhmalah dan sukunnya dhad mu'jamah dan dengan ha' menurut wazan Alwajhu. Ada yang mengatakan Al'idhatu dengan kasrahnya 'ain dan fathahnya dhad mu'jamah menurut wazan Al'idatu, artinya ialah kedustaan serta kebohongan besar. Menurut riwayat pertama, maka al'adhhu adalah mashdar, dikatakan: 'adhahahu 'adhhan artinya melemparnya dengan kedustaan atau pengadu-dombaan
---------------------------------------------------------------------------------------------------

Beberapa ulama menjelaskan diantara sebab namimah selain yg disengaja, ada pula yang terkadang tidak sengaja diperbuat hingga menimbulkan namimah (adu domba), yaitu kesalah fahaman & pengkhianatan akad yang dibiarkan tanpa ada penyelesaian, kemudian menjadi sebab perpecahan dan pertengkaran terhadap orang lain. Maka berhati-hatilah dalam segala hal.

Semoga kita bisa menjauhi sebab-sebab namimah & senantiasa menjadi bagian dari orang-orang yg bertaqwa yag akan mendapatkan keberuntungan (surga). Amin.

Wallahu a'lam bi as-showab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar