Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2013

Naikkan Harga BBM = Memiskinkan Rakyat!

Kenaikan harga BBM yg dilakukan pemerintah sementara kesejahteraan rakyat tidak meningkat, itu sama dgn kejahatan pemerintah dalam memiskinkan rakyatnya secara massal. Karena bukan cuma minyak yg naik. Tarif transportasi dan harga2 barang kebutuhan hidup lainnya pasti naik.


Harusnya dibenahi dulu sektor migas:
1. Nasionalisasi perusahaan migas yg ada di Indonesia. Sebab produksi minyak yg 1,6 juta bph di tahun 1990-an, sekarang turun jadi 0,8 juta bph saja saat perusahaan asing sdh tak dikontrol Pertamina


 

Selasa, 16 Oktober 2012

Cara Menghemat Eskalator Listrik?

Saya sering melihat Eskalator listrik bergerak naik atau turun terus-menerus. Ada atau tidak ada orang yang menaikinya. Ini tentu saja memboroskan listrik.


Beberapa produsen Eskalator berusaha menghemat listrik dengan cara memperlambat gerakannya. Saat 1 orang yang naik, gerakannya lambat sekali. Begitu ada 2-3 orang yang naik baru berjalan normal. Meski begitu, tetap saja memakan listrik karena eskalator terus bergerak.


Senin, 17 September 2012

Belasan Negara Bagian AS Mulai Pakai Mata Uang Emas dan Perak




Kalau kita digaji dgn standar emas, misalnya 20 gram emas (sekarang rp 10 juta), kita tak perlu demo menuntut kenaikan gaji karena gaji kita naik terus seiring dgn inflasi dan naiknya harga emas. Sebagai contoh tahun 1998 harga emas sekitar Rp 24 ribu/gram. Jadi kalau dulu gaji kita rp 480 ribu, maka sekarang otomatis jadi Rp 10 juta.

13 Negara Bagian AS mulai memakai emas dan perak sebagai mata uang mereka. Sepertinya uang kertas dollar mulai tidak bisa dipercaya. Emas dan Perak meski tidak dipakai sebagai uang, tetap mempunyai nilai riel sehingga ada harga jualnya per gram. Sementara uang kertas jika tidak jadi uang, hanya jadi kertas yang tidak ada harganya. Nilainya pun berubah2 dan tidak stabil.

Selasa, 24 April 2012

Nabi Tidak Pernah Mencari Investor Asing Guna Membangun Ekonomi Islam

Nabi Muhammad saat memimpin negara Islam tidak pernah mencari-cari investor asing ke negara2 maju seperti Romawi dan Persia.
Bahkan saat seorang Yahudi mengkomersilkan sumur air, beliau "menasionalisasinya" dan memberikan air itu secara gratis kepada seluruh rakyat baik itu Muslim atau pun Yahudi.
Itulah sistem ekonomi Islam yang rahmatan lil 'alamin.
Islam mengajarkan kemandirian ekonomi. Bukan ketergantungan pada investor asing dan menyerahkan kekayaan alam dan ekonomi kepada pihak asing.
Saat air atau minyak dikuasai asing, maka rakyat akan menderita karena investor asing tentu akan menjualnya dengan harga tinggi guna mengambil keuntungan dari modal yang telah mereka keluarkan.
Belum lagi negara akan jadi lemah karena bukan cuma modal yang masuk, tapi juga mata-mata dan kekuasaan asing.
Semua Muslim, entah itu ekonom, ulama, qiyadah, dsb seharusnya mengikuti sunnah Nabi dalam hal ekonomi.


Kamis, 19 April 2012

Jangan Jual Bumi Indonesia Demi Uang!



Jangan jual bumi dan alam Indonesia demi uang kertas dollar yang bisa dicetak sebanyak mereka mau....
Ketika pohon terakhir mati, dan sungai terakhir teracuni, serta ikan terakhir tertangkap, akan sadarkah kita bahwa kita tidak bisa memakan uang?

Minggu, 15 April 2012

Penjajahan Kompeni Ala VOC

How about a compromise?
"We take the land, the mineral rights, natural resources, fishing, and timber, and we'll acknowledge you as the traditional owner of it," said the British invaders to the local people in Australia and New Zealand.


Selasa, 10 April 2012

Kenapa Tidak Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air?

Sebetulnya dengan membangun PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) yang digerakkan oleh aliran air secara gratis, pemerintah bisa menghemat BBM. PLTA terbukti menyediakan 1/4 listrik dunia.


Para founding fathers kita membangun PLTA Cirata, Jatiluhur, Kedung Ombo, dsb untuk menyediakan listrik bagi rakyatnya.


Kok pemerintah sekarang membangun Pembangkit Tenaga Listrik dgn BBM atau Gas yang selain mahal juga bisa habis?



How Hydropower Plants Work


by Kevin Bonsor

Selasa, 20 Maret 2012

Kwik Kian Gie: Subsidi BBM itu Bohong!

Di bawah adalah tulisan Kwik Kian Gie yang menyatakan Subsidi BBM adalah bohong. Jika kita teliti, itu memang benar.
Sesungguhnya biaya produksi minyak dari menggali minyak, kilang, hingga distribusi ke Pom Bensin menurut KKG adalah US$ 10/brl. Ada baiknya kita naikan saja jadi US$ 15/brl untuk memberi keuntungan bagi pendukung Neoliberalisme yang mengatakan Subsidi BBM itu ada. Itu sudah termasuk keuntungan yang cukup besar bagi para operator dan distributor.
Buat yang ragu angkanya bisa lihat data komponen biaya dari website pemerintah AS:
http://www.eia.gov/petroleum/gasdiesel
Di situ dijelaskan biaya minyak mentah 72% dari harga jual, pengilangan 12%, Distribusi dan Pemasaran 5%, Pajak 11%.
Taruhlah rate 1 US$ = Rp 10.000 dan 1 barrel = 159 liter.

Senin, 19 Maret 2012

Hambatan Pengembangan Mobil Esemka

Esemka tidak lulus uji emisi? COnya 2x lipat lebih banyak dari standar?
Padahal saya lihat banyak metromini/bis yg asapnya sampai ngebul dan hitam melebihi Esemka tapi bebas melenggang di jalan.
General Motor perusahaan mobil AS berniat "membantu" pengembangan Esemka. Khawatirnya nanti Esemka gagal jadi mobil nasional. Tapi jadi mobil Amerika...
http://www.kabarotomotif.net/2012/03/general-motors-dukung-pengembangan-esemka.html


Harusnya para pejabat Indonesia mendukung pengembangan Mobil Esemka. Lihat bagaimana Mobil AS (Ford) dan Mobil Jepang dulunya sangat tidak layak karena mirip gerobak. Tapi toh akhirnya jadi canggih seiring perjalanan waktu. Kalau menunggu sempurna, tidak akan jadi-jadi.

Selasa, 28 Februari 2012

Ayo Nasionalisasi Perusahaan Minyak Asing!

Para pejabat yang mapan atau pun ekonom Neolib yang dapat uang kucuran minyak dari perusahaan-perusahaan minyak asing tak dapat diharapkan. Namun saya berharap para pemuda bisa bergerak memaksa para pemimpin agar Indonesia merdeka mengelola kekayaan alamnya sendiri sehingga rakyat Indonesia bisa makmur sejahtera.  Para pemuda yang dulu berhasil memaksa Soekarno untuk memproklamasikan Kemerdekaan RI, insya Allah juga bisa melakukan lagi sekarang agar Indonesia bisa merdeka secara penuh.


Yang setuju dengan ide ini, sebarkan ke yang lain sebanyak-banyaknya!


Hasil diskusi di FB:






Pernyataan Pemerintah: Dengan menaikan harga BBM, Pemerintah bisa "Menghemat" beberapa trilyun rupiah dari subsidi BBM...:)
Kalau pemerintah mau hemat, pemerintah bisa:
1. Membatalkan pembelian Pesawat pribadi RI-1 yang harganya Rp 600 milyar lebih. Belum termasuk biaya avtuur, pilot, teknisi, sewa hangar, dsb.
2. Tidak membeli mobil dinas mewah yang milyaran rupiah untuk setiap pejabat. Cukup beli mobil Esemka saja.
3. Tidak membangun rumah dinas yg terlampau mewah bagi para pejabat.
4. Tidak membeli kursi terlalu mewah bagi para pejabat (masak 1 kursi Rp 28 juta lebih)?

Rabu, 22 Februari 2012

Harga BBM Naik? Nasionalisasi Saja Kompeni2 Minyak Asing!



Jihad bukan cuma perang. Tapi juga ekonomi. Jangan biarkan sepeser pun uang, minyak, dsb jatuh ke tangan kafir harbi seperti AS dan Israel:

Harga BBM naik lagi mengikuti harga New York?

Nasionalisasi saja perusahaan2 migas asing seperti Chevron, Exxon, dsb agar rakyat Indonesia makmur!


Arab Saudi sebelumnya diporoti perusahaan minyak AS: Aramco (Arabian American Oil Company) sehingga miskin dan melarat. Namun Raja Faisal menasionalisasinya di tahun 1974. Saudi pun makmur. Namun tahun 1975 Raja Faisal ditembak.

Selasa, 20 Desember 2011

The 4 Companies That Control the 147 Companies That Own Everything

If it's not from the Forbes.com, I will not believe it...


http://www.forbes.com/sites/brendancoffey/2011/10/26/the-four-companies-that-control-the-147-companies-that-own-everything/





The Four Companies That Control the 147 Companies That Own Everything


 



There may be 147 companies in the world that own everything, as colleague Bruce Upbin points out and they are dominated by investment companies as Eric Savitz rightly points out. But it’s not you and I who really control those companies, even though much of our money is in them. Given the nature of how money is invested, there are four companies in the shadows that reallycontrol those companies that own everything.


Rabu, 14 Desember 2011

Mengapa Allah Memakai Emas dan Perak Sebagai Nishab Zakat?

[caption id="attachment_2548" align="alignleft" width="261" caption="100 Trilyun Dolar Zimbabwe = US$ 5 (Rp 45.000)!"]100 Trilyun Dolar Zimbabwe = US$ 5 (Rp 45.000)![/caption]

Inilah mengapa Allah memakai Emas dan Perak sebagai patokan Nishab Zakat. Bukan uang kertas.
Uang Kertas 100 trilyun dolar Zimbabwe nilainya cuma US$ 5 (Rp 45.000)! Orang harus bawa setumpuk uang untuk belanja sehari2.  Ini pemiskinan massal. Kezaliman thd rakyat!
"...Allah Tahu, sedang kamu tidak tahu!" [Al Baqarah 216]


Tahun 90-an ongkos naik bis cuma Rp 100. Tahun 2000-an jadi Rp 2000. 10 tahun saja naik 20x lipat. Padahal gaji pada kurun itu belum tentu naiknya segitu. Jadi uang kertas itu pemiskinan massal. Padahal kalau digaji misalnya dgn 10 gram emas, niscaya dari 1400 tahun lalu hingga sekarang, meski jumlahnya tak berubah, nilainya juga tidak turun.


Allah dan RasulNya sudah memberi contoh pemakaian emas dan perak sebagai uang. Bukan uang kertas yang tiap tahun nilainya selalu turun dan sering terkena Krisis Keuangan.


Kamis, 20 Oktober 2011

Islam Solution for Occupy Wall Street and Others

The writing below based on concern on the question by Patrick Kingsley on Guardian.co.uk and many others. Do The Occupy London and also The Occupy Wall Street protesters have any answers, or just protest without any Solution?
So, here is the solution.


Well, though it is Islamic Teaching, but I believe all could practice it since Islam is for all.


The vast lands, fire (oil and gas), and water is COMMON property. They should be enjoyed by all people. Not monopolized by a few MNCs such as the Rothschilds and the Rockefellers and a few of their cronies.

Rabu, 19 Oktober 2011

The Rothschilds and The Rockefellers Monopolized The Fed (The Money Printer)

The Rothschilds and The Rockefellers own The Fed so they could turn a US$ 0.01 paper into US$ 100 "MONEY". They have 1,000,000% profit margin easily. They could print trillions of dollars while other people have to work from 9 to5 to get US$ 1000/month.
With the money they could finance and bribe the President and the Politicians... People have to stop the fake paper money by turning into Gold and Silver money. Currently some Muslims have turn to Islamic Gold and Silver money: Dinar (4.25 gram of Gold) and Dirham (3.975 gram of Silver). May you all turn into Gold and Silver money to stop the Evil domination...

Kapitalisme/Neoliberalisme Cuma Untungkan Keluarga Rothschild dan Rockefeller serta Segelintir Kroninya

Kapitalisme/Neoliberalisme cuma menguntungkan segelintir pengusaha raksasa seperti Keluarga Rothschild dan Rockefeller. Mereka menguasai Bank Sentral The Fed hingga bisa mencetak kertas seharga US$ 0,01 jadi US$ 100 sebanyak trilyunan dollar per tahun. Dgn mudah dapat margin 1.000.000%.
Dgn uang itu mrk danai dan suap presiden dan partai politik shg membuat kebijakan untuk mereka. Bukan rakyat.

Jumat, 07 Oktober 2011

Solusi untuk Mengatasi Masalah Ekonomi

Sebetulnya banyak solusi yg bisa dikaji dari ajaran Islam. Contohnya kemandirian dalam mengelola ekonomi. Emas di Indonesia ini dikuasai asing padahal mereka dapat 99% dan kita cuma dikasih 1%. Sampai2 pak Seger Hasani protes kok kampungnya jg mau dikuasai asing emasnya. APBN kita Rp 1400 trilyun lebih. Seandainya 10% dipakai untuk mandiri, sudah Rp 140 trilyun terkumpul. Rp 5 trilyun bisa dipakai ANTAM untuk mengganti Freeport hingga Rp 15 trilyun dari emas/tahun di sana masuk kantong Indonesia. Jadi kalau pun harga emas naik, pemerintah tak gentar karena pemerintahlah yg menguasai emas di Indonesia. Tapi kalau dikuasai asing dan cuma dikasih 1%, kegelisahan macam inilah yg didapat.


10% dari APBN di atas juga bisa dipakai untuk mendanai petani dan peternak sehingga impor beras, daging, garam, dsb bisa dipenuhi dari dalam negeri. Selama kita bisa memenuhi kebutuhan sendiri, kita aman. Tapi kalau apa2 serba impor karena mengharap dapat komisi impor, negara akan kacau.


Selasa, 16 Agustus 2011

Serba-Serbi Beternak Sapi

Indonesia impor sapi hidup 550.000 ekor setiap tahun dari Australia. Artinya jika seekor sapi harganya Rp 10 juta (5 dinar) berarti setiap tahun dikeluarkan Rp 5,5 trilyun (2,25 juta dinar) kepada para peternak sapi di Australia.
Daripada uang sebanyak itu diberikan kepada peternak Australia, lebih baik diberikan kepada para peternak sapi di Indonesia kan?


Nah ini ada info cara beternak sapi:



TERNAK SAPI, ANTARA INVESTASI DAN MENOLONG PETERNAK SAPI



Baru tiba di Malang, langsung disambut dengan kabar duka cita dari salah seorang saudara di Malang yang berprofesi sebagai peternak sapi perah, salah satu sapi yang diharapkan tahun ini menghasilkan susu dan memberikan pendapatan dari susu, sekarat waktu melahirkan, untungny anak sapinya selamat. Kerugianpun langsung tampak di depan mata, harga satu sapi dewasa yang sudah menghasilkan susu berkisar 10 juta belum dihitung rugi dari hasil susu yang harusnya didapat, tapi itulah takdir, "kullu nafsin dza iqotul maut" setiap yang berjiwa pasti akan menemui ajal, begitu juga sapi (ustadz mode on he.. he..).

Senin, 15 Agustus 2011

Menuju Bank Syariah yang Sejati

Tulisan ini dibuat melihat praktek Ekonomi Syariah kok sepertinya (maaf) belum sesuai dengan Al Qur'an dan Hadits. Sehingga pak Zaim Saidi sampai-sampai menyebut Bank Syariah lebih haram daripada Bank Konvensional.


http://www.goodreads.com/book/show/11456238-tidak-syar-inya-bank-syariah-di-indonesia


Tulisan pak Zaim memang pedas sekali meski menurut saya kita masih perlu Bank untuk menyimpang uang dan mentransfer uang.


Namun berbagai praktek oknum pelaku Ekonomi Syariah justru membuat citra ekonomi Syariah makin buruk.


Selasa, 02 Agustus 2011

Sukses Syari'ah dengan Judi SMS?

Wa'alaikum salam wr wb,
Terkait dengan undian berhadiah Rp 1 juta/lebih dengan SMS Premium Rp 2000/sms saya pribadi cenderung menyatakan itu judi. Apalagi jika setiap orang sampai mengirim SMS sebanyak2nya sehingga dia bisa menghamburkan ratusan ribu rupiah untuk hadiah yang belum tentu dia dapat.

Jika ada 100.000 orang yang mengirim, penyelenggara SMS judi tsb dapat Rp 200 juta rupiah. 2 pemenang dapat Rp 2 juta, sedang 100.000-2 orang tidak dapat apa2 dan kehilangan uang = JUDI.

Yang saya kurang setuju lagi adalah "Kebun Emas" di mana orang dihutangi Bank Syariah untuk membeli emas dgn harapan harga emas naik dan dia dapat untung. Padahal kita tak tahu mana yang lebih besar apakah kenaikan harga emas ataukah riba (tambahan atau mungkin istilah lain yang "syar'ie) dari pinjaman tersebut? Begitu pula dengan pembiayaan lain agar orang bisa beli emas dengan tujuan spekulasi.