Minggu, 19 Februari 2012

Surat Ar Ruum (Romawi): Prioritas Keberpihakan Ummat Islam Terhadap Kaum Kafir

غُلِبَتِ ٱلرُّومُ


Telah dikalahkan bangsa Rumawi

فِىٓ أَدْنَى ٱلْأَرْضِ وَهُم مِّنۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ


di negeri yang terdekat (Suriah dan Palestina) dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang



فِى بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ ٱلْأَمْرُ مِن قَبْلُ وَمِنۢ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍۢ يَفْرَحُ ٱلْمُؤْمِنُونَ


dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, 



بِنَصْرِ ٱللَّهِ ۚ يَنصُرُ مَن يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ


Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendakiNya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. "  [Ar Ruum 2-5]





Asbabun Nuzul Surat Ar Ruum (Romawi) berkaitan dengan kesedihan ummat Islam karena kaum Ruum meski aqidah berbeda (kafir karena mempertuhankan Yesus), namun memiliki kesamaan lebih banyak terhadap Islam ketimbang Persia yang saat itu menyembah berhala.

Ini menunjukkan bahwa Islam itu bukanlah agama yang penuh kebencian terhadap setiap agama yang aqidahnya berbeda/kafir. Tapi masih ada prioritas keberpihakan terhadap kaum kafir yang "mendingan" (Masih sama2 Ahli Kitab) dengan kaum kafir yang parah (Penyembah Berhala). Ada pepatah, "Of two Evils, Choose The Less". Di antara 2 setan, pilih yang kurang mudlaratnya.

Bangsa Rumawi adalah satu bangsa yang beragama Nasrani yang mempunyai Kitab Suci sedang Bangsa Persia adalah beragama Majusi, menyembah api dan berhala (musyrik). Kedua bangsa itu saling perang memerangi. Ketika tersiar berita kekalahan bangsa Rumawi oleh bangsa Persia, maka kaum musyrik Mekah menyambutnya dengan gembira karena berpihak kepada orang musyrikin Persia. Sedang kaum muslimin berduka cita karenanya. Kemudian turunlah ayat ini dan ayat yang berikutnya menerangkan bahwa bangsa Rumawi sesudah kalah itu akan mendapat kemenangan dalam masa beberapa tahun saja. [HR Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim]


Hal itu benar-benar terjadi. Beberapa tahun sesudah itu menanglah bangsa Rumawi dan kalahlah bangsa Persia. Dengan kejadian yang demikian nyatalah kebenaran Nabi Muhammad s.a.w. sebagai Nabi dan Rasul dan kebenaran Al Quran sebagai firman Allah.

2 komentar: