Rabu, 28 September 2011

Mewaspadai Berita di Media Massa




يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍۢ فَتَبَيَّنُوٓا۟ أَن تُصِيبُوا۟ قَوْمًۢا بِجَهَٰلَةٍۢ فَتُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَٰدِمِينَ


"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. " [Al Hujuraat 6]


Demikianlah firman Allah agar kita mewaspadari berita dari orang-orang yang fasik.


Selasa, 27 September 2011

Jihad Menurut Islam



Sering ada bom bunuh diri yang dilakukan segelintir orang, akhirnya cuma untuk memperburuk nama Islam. Kebanyakan korban jiwa paling cuma si pembom bunuh diri. Sementara yang lain paling banter hanya luka-luka seperti kasus Bom Solo atau Cirebon baru-baru ini. Adakah bom bunuh diri itu sesuai ajaran Islam? Tidak. Akan kita pelajari apa itu jihad menurut Islam.


Jihad artinya perjuangan yang sungguh-sungguh di jalan Allah dengan seluruh kemampuan baik dengan harta, jiwa, lisan, mau pun yang lainnya. Jihad terutama ditujukan untuk membela kaum yang tertindas:


"Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!." [An Nisaa' 75]


Jumat, 23 September 2011

Adab Sopan Santun (Akhlaq) Menurut Islam

Saat ini boleh dikata sopan santun sering terlupakan. Anak-anak SMA dengan enteng memanggil kawannya dengan sebutan monyet atau anjing meski sekadar bercanda. Para sopir dengan mudah memaki-maki sopir lain karena saling berebut paling dulu. Anak-anak sekolah karena kata-kata yang buruk akhirnya tawuran yang tak jarang menimbulkan korban jiwa. Itu semua disebabkan karena tiadanya akhlak atau sopan santun. Dulu ada pendidikan "Budi Pekerti". Namun sekarang tak ada lagi.

Masalah Bisnis dan Pencegahannya

Sebelumnya saya beritahukan kalau saya bukan pengusaha hebat dan sebangsanya. Meski demikian, saya sering melihat orang-orang dekat saya yang berusaha dan mengalami masalah (meski yang sukses juga ada).


Masalahnya tak jauh dari uang. Solusinya agar uang anda tidak hilang saat berbisnis, anda harus terjun langsung. Jika anda memodali dengan uang, pegang dan kontrol uang anda.



Kerjasama dengan Rekan yang Culas


Kamis, 22 September 2011

Korespondensi dengan pak Luqman Abdurahman Diab












  • Luqman Abdurahman Diab


    October 30, 2009

    Luqman Abdurahman Diab





    • kirim artikel



      Assalamualaikum Wr. Wb, Bung Agus bila tidak keberatan beritahu E-mail Anda. Saya akan kirim artikel buat Bung Agus. Terimakasih.











Rabu, 21 September 2011

Cara Nabi Menghadapi Perbedaan

Saat ini kadang dalam hal khilafiyyah/furu'iyah, meski masing-masing pihak punya pegangan Al Qur'an dan Hadits, pihak yang lain mencaci yang lainnya. Dari membid'ahkan pihak yang lain, hingga mengkafirkan. Berbagai caci-maki bahkan fitnah dan kebohongan pun dilontarkan. Sungguh jauh dari ajaran Islam.


Sesungguhnya perbedaan pendapat itu hal yang biasa. Di antara Suami-Istri, Kakak-Adik, para Ulama Mazhab seperti Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi'ie, dan Imam Hambali saja biasa terjadi perbedaan pendapat. Bahkan para Nabi pun seperti Nabi Daud dan Nabi Sulayman dijelaskan Allah dalam Surat Al Anbiyaa' ayat 78 dan 79 berbeda pendapat. Jika kita saling menghormati, niscaya perbedaan pendapat itu jadi rahmat. Kita bisa hidup rukun dan damai. Tapi jika tidak bisa menerima bahkan mencaci-maki pihak lain, yang jadi adalah pertengkaran, perceraian, bahkan peperangan.


Bagaimana cara Nabi menghadapi perbedaan?


Kecuali menyangkut masalah prinsip akidah dan hal-hal yang sudah qoth’i, Islam dikenal sangat menghargai perbedaan. Nabi Muhammad mencontohkan dengan dengan sangat indah kepada kita semua.


Senin, 19 September 2011

Naik Haji Dengan "Dana Talangan" dari Bank Syariah?

Ada yang bertanya mengenai program Haji dengan Dana Talangan yang ditawarkan oleh beberapa bank syariah. Jawabnya adalah:


 Sebaiknya jangan naik haji dengan berhutang/dana talangan meski yang menawarkannya adalah bank-bank syariah. Kenapa?


1. Naik haji itu wajib bagi yang MAMPU. Kalau belum mampu, tidak wajib. Jika pakai dana talangan, sebetulnya anda tidak wajib. Dengan memaksa berhaji, anda malah menghalangi orang2 yang mampu yang sebetulnya wajib naik haji. Karna saat ini quota Haji terbatas.